welcome to my world

welcome to my world
selamat datang kawan, selamat surfing di duniaku
dunia pendidikan

Kamis, 15 Desember 2011

ciri dan tugas perkembangan dalam masa bayi


CIRI-CIRI MASA BAYI
            Dalam setiap periode perkembangan manusia selalu terdapat ciri/karakter tersendiri di dalamnya, meskipun terkadang ada kesamaan ciri-ciri di setiap rentang kehidupan/periode perkembangan manusia sehingga bisa dibedakan dan dianalisis di setiap perkembangannya, begitu pula dengan masa bayi, periode ini juga mempunyai ciri khusus atau karakter. Berikut ini adalah beberapa ciri/karakter yang penting dalam masa perkembangan bayi, diantaranya:
1)      Masa bayi adalah masa bayi yang sesungguhnya
            Meskipun seluruh masa anak-anak terutama tahun-tahun pertama dianggap sebagi masa dasar, namun masa bayi inilah dasar periode kehidupan yang sesungguhnya, hal ini karena pada masa ini banyak sekali pola perilaku, sikap dan pola ekspresi emosi yang terbentuk dan terbangun, sehingga penting bagi lingkungan terutama lingkungan keluarga untuk memperhatikan dan menanamkan nilai serta mengarahkan perilaku dan emosinya.
            Alasan pentingnya meletakkan dasar-dasar nilai pada masa bayi ini antara lain:
a.       Sifat-sifat buruk tidak berkurang dengan bertambahnya usia anak, bahkan pola-pola yang terbentuk pada permulaan kehidupan ini cenderung mapan
b.      Pola perilaku, kepercayaan dan sifat yang kurang baik mulai berkembang, untuk menjadi penting dan perlu perbaikan sesegera mungkin, hal ini karena pada masa ini perkembangannya sangat cepat sehingga semakin cepat hal-hal yang kurang baik itu diperbaiki maka semakin mudah bagi anak untuk kembali kepda kebaikan.
c.       Karena dasar-dasar awal cepat berkembang menjadi kebiasaan pada masa ini melalui pengulangan-pengulangan, maka dasar-dasar itu akan selamanya mempengaruhi penyesuaian pribadi dan sosialnya
d.      Karena factor belajar dan pengalaman memantapkan peran yang penting dalam perkembangan, maka hal itu dapat diarahkan dan dikendalikan sehingga perkembangannya sejajar dengan jalur yang memungkinkan terjadinya penyesuaian pribadi dan social yang baik

2)      Masa dimana pertumbuhan dan perubahan berjalan dengan pesat
            Bayi berkembang pesat baik secara fisik maupun psikologis, dengan cepatnya pertumbuhan ini, perubahan tidak hanya terjadi dalam penampilan tetapi juga kemampuan. Bayi lambat laun menjadi tidak segemuk saat dilahirkan dan anggota-anggota tubuh berkembang dalam perbandingan yang lebih baik.
            Pertumbuhan dan perubahan juga terjadi pada intelek bayi, perubahan ini berjalan sejajar dengan pertumbuhan dan perubahan fisiknya.
3)      Masa berkurangnya ketergantungan
            Seiring berkembangnya penampilan dan kemampuan untuk mengendalikan tubuh, hal ini mengakibatkan berkurangnya ketergantungan pada orang lain sehingga ia menjadi tidak senang “diperlakukan seperti bayi”, ia tidak lagi mau membiarkan orang lain ikut campur dan melakukan hal-hal yang dapat dilakukan atau yang dianggapnya dapat dilakukan sendiri. Kalau ia ingin mandiri dan dilarang, ia akan protes dengan ledakan amarah, menangis atau yang lainnya.
4)      Masa meningkatnya individualitas
            Mungkin hal yang terpenting dalam meningkatkan kemandirian adalah bahwa keadaan ini memungkinkan bayi mengembangkan hal-hal yang sesuai dengan minat dan kemampuannya. Akibatnya, individualitas yang tampak pada waktu lahir semakin menonjol pada saat menjelang akhir masa bayi. Individualitas tampak dalam penampilan dan pola-pola perilaku, bahkan bayi kembar pun menunjukkan individualitasnya. Dengan meningkatnya individualitas, maka setiap bayi juga harus diperlakukan sebagai individu, sehingga tak selayaknya teknik-teknik latihan anak yang sama diterapkan pada semua bayi.
5)      Masa dimana permulaan sosialisasi dilakukan
            Egosentrisme yaitu diri bayi yang muda belia yang mempunyai keinginan untuk menjadi bagian dari kelompok social dengan cara memprotes jika dibiarkan sendiri selama beberapa waktu dan dengan mencoba memperoleh perhatian dari orang lain melalui segala macam cara termasuk dengan perilaku sok akrab.
6)      Masa dimulainya penggolongan peran-seks
            Penggolongan peran-seks biasa dilakukan orang-orang sekitar khususnya orang tua seperti saat membelikan pakaian dengan memilih warna dan desain sesuai jenis kelaminnya, pengkondisian kamar, penyampaian cerita, dan sebagainya. Hal ini dalam rangka pengenalan jenis kelamin kepada anak-anak.
7)      Masa bayi adalah masa yang sangat menarik
            Meskipun menurut ukuran orang dewasa bayi mempunyai perbandingan tubuh yang tidak wajar, tetapi justru hal inilah yang membuat bayi itu menarik perhatian. Sedangkan anak yang lebih besar menganggap bayi menarik karena ketidak berdayaan dan ketergantungannya. Lambat laun dengan berkurangnya ketergantungan karena meningkatnya kemampuan untuk melakukan sesuatu bagi diri sendiri dan menjadi kurang menariknya penampilan karena perubahan fisik menjadikan bayi sulit diatur dan menolak bantuan orang lain.
8)      Masa bayi sebagai masa permulaan kreativitas
            Karena kurangnya koordinasi otot dan ketidakmampuan mengendalikan lingkungan, sehingga bayi  tidak mampu melakukan sesuatu hal yang dianggap oirisnal atau kreatif dan cenderung meniru (imitate). Namun dalam bulan-bulan pertama bayi belajar mengembangkan minat dan sikap yang merupakan dasar bagi kreativitasnya di kemudian hari dan untuk penyesuaian diri dengan pola-pola yang diletakkan orang lain, terutama orang tua[1].
9)      Masa bayi merupakan masa yang rentan dan berbahaya
            Meskipun semua tahapan dalam rentang kehidupan mengandung bahaya, tetapi bahaya yang tertentu lebih banyak terdapat selama masa bayi daripada periode-periode lain. Bahaya dapat berupa bahaya fisik dan bahaya psikologis. Diantara bahaya-bahaya fisik yang paling parah adalah penyakit dan kecelakaan, sedangkan bahaya psikologis dapat terwujud manakala diletakkan dasar-dasar yang buruk pada masa-masa ini.
TUGAS DALAM PERKEMBANGAN MASA BAYI
            Karena pola perkembangan dapat diramalkan meskipun bayi dalam mencapainya berbeda-berbeda usia, namun dapatlah dibuat standar dari harapan-harapan social dalam bentuk tugas-tugas perkembangan. Misalnya, semua bayi diharapkan belajar berjalan, memakan makanan padat, sedikit mampu mengendalikan alat-alat pembuangan, mencapai stabilitas fisiologis yang baik (terutama dalam irama lapar dan tidur), mempelajari dasar-dasar berbicara, dan berhubungan secara emosional dengan orang tua dan saudara-saudara sekandung sampai derajat tertentu dan tidak sepenuhnya tersendiri (individualis) seperti saat dilahirkan. Tentu saja sebagian besar tugas-tugas perkembangan ini belum dapat sepenuhnya tercapai dan dikuasai pada saat masa bayi ini, tetapi setidaknya dasar-dasarnya harus sudah diletakkan.
            Perkembangan yang pesat dari susunan saraf, pengerasan tulang, dan penguatan otot-otot memungkinkan bayi untuk menguasai tugas-tugas perkembangan masa bayi tetapi keberhasilan bayi dalam hal ini banyak bergantung pada kesempatan yang diberikan untuk menguasai tugas-tugas tersebut dan bergantung pada bantuan serta bimbingan yang diperoleh.
            Bayi yang berkembang lambat dalam penguasaan tugas-tugas perkembangan masa bayi akan mengalami kesulitan pada saat ia mencapai awal masa kanak-kanak dan diharapkan mampu menguasai setidaknya selama 3 tahun.
PERKEMBANGAN FISIK
            Pertumbuhan yang pesat selama rentang kehidupan terjadi pada masa bayi dan pada masa pubertas, selama 6 bulan pertama pertumbuhan terus terjadi dengan pesat seperti pada masa prenatal dan kemudian mulai menurun. Dalam 6 bulan kedua, tingkat pertumbuhan cepat menurun, dalam tahun pertama peningkatan berat tubuh lebih besar daripada peningkatan tinggi, sedangkan tahun kedua terjadi hal sebaliknya, yakni peningkatan tinggi lebih besar daripada peningkatan berat tubuh.
            Meskipun pola umum dari pertumbuhan dan perkembangan sama bagi semua bayi, tetapi tetap ada perbedaan dalam hal tinggi, berat, kemampuan sensorik dan bidang perkembangan fisik lain. Beberapa bayi memulai kehidupan dengan badan yang lebih kecil dan perkembangan yang kurang normal, hal ini sangat mungkin disebabkan karena belum cukup umur atau kondisi fisik yang buruk akibat ibu kekurangan gizi, mengalami tekanan atau kondisi kurang baik lainnya selama periode prenatal.
            Selama periode masa bayi perbedaan-perbedaan tidak saja terus berlangsung tetapi akan semakin tampak mencolok. Perbedaan dalam berat lebih besar daripada perbedaan dalam tinggi, ini disebabkan karena perbedaan berat sebagian bergantung pada bentuk tubuh dan sebagian lagi bergantung pada kebiasaan makan dan jenis makanan.
FUNGSI PSIKOLOGIS
            Masa bayi adalah masa pembentukan pola-pola psikologid fundamental untuk makan, tidur, dan buang air, meskipun pembentukan kebiasaan tersebut mungkin tidak selesai pada akhir masa bayi ini.
PENGENDALIAN OTOT
            Pada mulanya, tubuh bayi mengalami gerakan-gerakan yang menyerupai kegiatan menyeluruh pada bayi neonatal, juga demikian halnya dalam keadaan tidur. Gerakan acak tak berarti ini berangsur-angsur menjadi lebih terkoordinasi tetapi hal ini memungkinkan dilakukannya pengendalian otot.
            Perkembangan pengendalian otot terjadi karena adanya factor pematangan dan factor belajar. Karena otot-otot, tulang, struktur saraf sudah matang dan karena perubahan dalam perbandingan badan, maka bayi dapat menggunakan badannya secara terkoordinasi, tetapi bayi harus diberikan kesempatan untuk belajar melakukannya. Sebelum keadaan (dalam hal ini kondisi fisik dan pematangannya) siap tercapai, belajar tidak akan ada manfaatnya.
Keterampilan-Keterampilan Masa Bayi
            Pada dasar yang diletakkan melalui pematangan koordinasi otot sebelum akhir tahun pertama bayi mulai mengembangkan pelbagai keterampilan, diantaranya adalah koordinasi halus yang dilakukan otot-otot yang lebih kecil. Untuk mengembangkan keterampilanada 3 hal yang penting untuk dipahami, yakni: kesempatan untuk berlatih, rangsangan untuk belajar, dan contoh yang baik untuk ditiru serta bimbingan untuk meyakinkan bahwa peniruan yang dilakukan itu benar.
            Sebelum masa bayi berakhir, bayi memperoleh banyak keterampilan yang berguna bagi dirinya dalam kehidupan sehari-hari. Mula-mula bayi tidak dapat menggabungkan berbagai keterampilan sehingga keterampilan itu kurang bermanfaat baginya, namun dengan latihan maka penggabungan ini dapat berlangsung. Tidak satupun dari keterampilan-keterampilan ini dapat dipelajari dengan baik pada masa bayi yang relative singkat tetapi hal ini dapat menjadi keterampilan dasar dari keterampilan yang akan diperhalus dan akan dipelajari secara lebih baik dan sempurna ketika bayi memasuki masa kanak-kanak.
            Keterampilan yang diharapkan dapat dipelajari oleh semua bayi biasanya digolongkan dalam dua kategori besar, yaitu keterampilan tangan dan keterampilan kaki. Karena adanya peningkatan yang pesat dalam penggunaan pada minggu-minggu pertama maka koordinasi tangan berkembang pesat. Dengan berkembangnya setiap keterampilan tangan baru, maka minat dan kegiatan bayi terpaku dengan memanfaatkan sebagian besar waktu jaganya untuk menggunakan tangan-tangannya sehingga hal ini meningkatkan pengendalian terhadap tangan-tangan tersebut.
Sebaliknya, karena sebagian besar masa bayi dicurahkan untuk mengembangkan kemampuan berjalan maka keterampilan kaki merupakan perkembangan keterampilan yang belum sempurna pada akhir masa periode ini dan akan disempurnakan pada periode berikutnya.



[1] Elizabeth B. Hurlock, Psikologi perkembangan suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan, Erlangga, Edisi,  Jakarta. Hal….78

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar